21 Jul

Begitu masuk fase pubertas, ada baiknya Genbest yang masih remaja putri diajarkan mengenai siklus menstruasi. Pengetahuan ini memang terkesan ilmiah dengan banyak bahasa medis, namun memiliki banyak manfaat. 

 

Salah satunya, Genbest akan makin memahami tubuh sendiri, mendapat bayangan mengapa mengalami menstruasi setiap bulan, dan bagaimana proses itu terjadi. Dengan mengenal 4 fase siklus menstruasi ini, Genbest juga akan mendapat gambaran sederhana bagaimana proses kehamilan bisa terjadi di saat fase ovulasi (masa subur). 

 

1. Fase menstruasi

Pada fase ini sel telur telah dilepas oleh ovarium dan tidak dibuahi. Karena tidak terjadi kehamilan, kadar hormon estrogen dan progesteron akan menurun. Lapisan rahim yang menebal untuk mempersiapkan kehamilan tak lagi dibutuhkan dan meluruh, lalu keluar lewat vagina sebagai kombinasi darah, lendir, dan jaringan dari rahim. Rata-rata fase menstruasi ini akan terjadi selama 3-7 hari. Namun bisa juga lebih lama.

 

2. Fase folikuler

Selepas fase menstruasi adalah fase folikuler. Fase ini dimulai dari hari pertama haid (terjadi tumpang tindih dengan fase menstruasi), dan akan berakhir ketika wanita mengalami ovulasi.

Proses ini diawali dengan hipotalamus (bagian dari otak), yang mengirimkan sinyal ke kelenjar pituitari untuk melepaskan hormon perangsang folikel (FSH). Hormon ini dapat merangsang indung telur untuk menghasilkan 5-20 kantong kecil yang disebut dengan folikel.

 

Setiap folikel mengandung sel telur yang belum matang. Namun sel-sel yang sehatlah yang nantinya akan bisa matang. Folikel matang akan memicu lonjakan estrogen untuk menebalkan lapisan rahim.

Umumnya, fase folikel ini akan berlangsung rata-rata selama 16 hari. Namun bisa juga berkisar antara 11-27 hari.

 

Baca Juga: Siklus Haid Tidak Teratur Pengaruhi Kesuburan Ibu?

 

3. Fase ovulasi

Pada fase ovulasi, sel telur yang dilepaskan sudah siap untuk dibuahi. Sel telur matang ini akan bergerak ke arah tuba falopi, dan menempel pada dinding rahim. Sel telur ini hanya mampu hidup selama 24 jam sehingga jika tidak dibuahi, maka akan mati. Sebaliknya, jika sel telur bertemu dengan sel sperma akan terjadi pembuahan. 

 

Ketika mengalami ovulasi ada beberapa gejala fisik yang akan dirasakan, seperti peningkatan suhu basal tubuh, serta vagina mengeluarkan cairan lebih tebal dan bertekstur. Biasanya fase ovulasi terjadi pada hari ke-14 dengan rentan siklus haid 28 hari.

 

Baca Juga: Penting bagi Remaja Putri: Mengenal Menstrual Hygiene

 

4. Fase luteal

Fase terakhir dalam siklus menstruasi adalah fase luteal, yang terjadi setelah folikel melepaskan sel telur untuk membentuk korpus luteum. Nah, korpus luteum ini akan melepaskan hormon progesteron dan beberapa heterogen.

 

Peningkatan hormon ini dapat membuat lapisan rahim menebal, dan siap ditanami sel telur; jika terjadi pembuahan. Ketika Genbest hamil, maka tubuh akan menghasilkan human chorionic gonadotropin (HCG), yang dapat membantu menjaga korpus luteum maupun lapisan rahim tetap tebal.

 

Sementara jika tidak hamil, maka korpus luteum akan menyusut dan diserap. Pada fase inilah gejala premenstrual syndrome (PMS) terjadi. Biasanya fase luteal terjadi selama 11-17 hari.

 

Baca Juga: Cara Cepat Menghitung Usia Kehamilan Sendiri Secara Manual

TENTANG KAMI

GenBest merupakan sebuah inisiasi untuk menciptakan generasi Indonesia yang bersih dan sehat, serta bebas dari stunting (klik di sini untuk mengetahui apa itu stunting), dengan mendorong masyarakat dari segala usia menerapkan pola hidup bersih dan sehat sehari-hari. Lewat situs dan media sosial genbest.id, kami menyediakan informasi yang kredibel, menciptakan komunitas yang suportif, dan memberikan pengetahuan kesehatan yang mendalam seputar pola hidup bersih dan sehat, serta stunting, bagi Anda sekeluarga, termasuk si kecil yang masih dalam kandungan dan berusia balita.

How to coax children
To Top