1 Sep

Mungkin agak aneh, ya, membicarakan pup dan pipis bayi. Tapi pola buang air besar (BAB) dan buang air kecil (BAK) bayi baru lahir memang sering bikin orang tua khawatir, terutama soal frekuensi, jumlah, warna, konsistensi, dan baunya.

 

Namun yang GenBest perlu ketahui, BAB bayi baru lahir akan memiliki banyak variasi. Ini artinya mungkin pup bayi A akan beda dengan bayi B. Jadi kalau ada teman yang bilang bayi baru lahirnya pup 5 kali sehari, sementara si kecil hanya satu kali sehari, belum tentu ada masalah pada keduanya. Sekali lagi, pola BAB bayi baru lahir sangat unik.

 

Selama bayi tampak baik-baik saja (tidak rewel) dan tidak tampak kesakitan, umumnya ia memiliki pola BAB yang normal. Tapi kalau GenBest masih khawatir, GenBest bisa  mendiskusikannya dengan dokter.

 

Di bawah ini ada sedikit gambaran bagaimana pola BAB dan BAK bayi baru lahir:

 

Frekuensi dan konsistensi BAB

Pup bayi baru lahir biasanya begitu lembek dan berair, mirip pup saat diare. Tapi sekali lagi kondisi ini sepenuhnya normal,  asalkan bayi tampak tenang  dan tidak tampak kesakitan.

 

Tentang frekuensi BAB, bayi ASI cenderung lebih sering buang air besar pada hari-hari awal kelahirannya. Tetapi ada juga bayi ASI yang jarang BAB, keduanya normal. Kondisi tersebut terjadi karena ASI yang mengandung kolostrum berperan sebagai zat pencahar alami yang baik bagi si kecil.

 

Nah, untuk membedakan  BAB normal atau diare, kalau diare, bayi akan terus-terusan rewel, BAB-nya juga berbau. Bayi juga jadi jarang buang air kecil, mulut kering, menangis namun tidak mengeluarkan air mata, serta lesu karena mengalami dehidrasi. Jika ada tanda itu pada bayi GenBest, segera bawa ke dokter atau bidan dekat rumah, ya!

 

Tinja pertama berwarna hijau kehitaman

Tinja berwarna hijau kehitaman biasanya terjadi 1-3 hari setelah anak dilahirkan. Walaupun warnanya agak “mengkhawatirkan” ini sepenuhnya normal.  Tinja hijau kehitaman ini dikenal dengan mekonium, umumnya terdiri dari cairan ketuban dan lendir yang tertelan bayi ketika masih di dalam kandungan. Ketika bayi sudah mengeluarkan mekoniun itu tanda usus bayi sudah mampu bekerja dengan baik.

 

Baca Juga: BAB Sembarangan Bisa Bikin Balita Stunting. Kok, Bisa?

 

Warna tinja menjadi indikator kesehatannya

Pada bayi baru lahir, warna BAB bisa digunakan sebagai indikator kesehatan bayi. Normalnya bayi akan memiliki kotoran berwarna hijau kehitaman saat baru lahir. Selanjutnya setelah hari ketiga warna mekonium berangsur menjadi hijau kecokelatan. Lalu, akan berubah menjadi kuning atau kuning gelap.

 

Beberapa warna BAB yang mengindikasikan ada masalah pada bayi, dia antaranya merah, putih pucat, hitam, abu-abu, dan hijau muda. Jika hal ini terjadi GenBest harus segera berkonsultasi pada dokter.

 

Baca Juga: Mengecek Kesehatan Bayi dari Warna Kotorannya

 

Frekuensi BAK

Bayi sehat memiliki urine berwarna jernih, kuning terang, hingga kuning tua. Semakin gelap warna urine, bisa menandakan kurangnya asupan cairan dalam tubuh.

 

Frekuensi BAK pada bayi baru lahir adalah setiap 1-3 jam sekali atau 4-6 kali sehari. Namun jika anak mengalami demam, sakit atau cuaca sedang sangat panas, frekuensi BAK biasanya turun hampir setengahnya.

 

Bercak merah muda pada urine

Bagi GenBest yang menemukan noda warna merah muda pada popok, sebenarnya berasal dari urine yang sangat pekat dan menandakan anak kekurangan cairan. Untuk mengatasinya GenBest bisa memberikan si kecil ASI yang cukup.

 

Namun bila ada bercak darah pada urine bayi, sebaiknya GenBest mengonsultasikan hal ini pada dokter.  Belum tentu masalah serius, karena bercak darah itu bisa berasal dari  luka kecil akibat ruam popok, tetapi akan lebih baik bila dipastikan oleh dokter.

TENTANG KAMI

GenBest merupakan sebuah inisiasi untuk menciptakan generasi Indonesia yang bersih dan sehat, serta bebas dari stunting (klik di sini untuk mengetahui apa itu stunting), dengan mendorong masyarakat dari segala usia menerapkan pola hidup bersih dan sehat sehari-hari. Lewat situs dan media sosial genbest.id, kami menyediakan informasi yang kredibel, menciptakan komunitas yang suportif, dan memberikan pengetahuan kesehatan yang mendalam seputar pola hidup bersih dan sehat, serta stunting, bagi Anda sekeluarga, termasuk si kecil yang masih dalam kandungan dan berusia balita.

How to coax children
To Top