24 Mar

Sehingga pemberian nutrisi yang tepat dan seimbang sangat diperlukan. Namun bagaimana untuk mendeteksi kalau anak stunting atau tidak?

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization (WHO) anak harus mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan itu diiringi dengan adanya berat badan yang bertambah dan pertumbuhan panjang atau tinggi badannya, dan pada bayi, juga ukuran lingkar kepalanya.

Pada grafik pertumbuhan milik WHO, biasanya pertumbuhan anak dapat ditunjukan dengan garis yang terus naik dalam kolom hijau, yang artinya pertumbuhan anak sudah sesuai dengan apa yang diharapkan.

Sementara Badan Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat (Centers for Disease Control and Prevention (CDC)) mengklasifikasikan anak dapat dikatakan stunting apabila tinggi badannya kurang dari satu per tiga panjang atau tinggi badan anak seusianya, mengacu pada grafik pertumbuhan WHO itu. Sehingga, apabila tinggi anak tidak mengalami pertumbuhan, orang tua harus mewaspadai kalau ternyata anak menderita stunting.

Dampak stunting sendiri beragam, mulai dari gagalnya tumbuh dan kembang anak, mudah sakit, terganggu fungsi kognitifnya dan memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit.

Tetapi, perlu digarisbawahi, kalau anak pendek bukan berarti stunting. Bisa saja anak pendek karena postur tubuhnya saja yang cenderung jauh lebih kecil dari anak-anak seusianya. Tentunya, berbeda dengan stunting, hal itu tidak mempengaruhi tumbuh dan kembangnya.

Lalu bagaimana cara deteksi dini stunting?

Cara mendeteksi anak terkena stunting salah satunya dengan pemantauan berat badan terutama hingga usianya 2 tahun. Penurunan berat badan merupakan salah satu risiko terjadinya stunting.

Melansir dari laman Tirto, Senin 17 Februari 2020 jika berat badan mulai turun terus menerus bisa menjadi stunting. Bila anak di masa awal kehidupannya mengalami penurunan berat badan, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan penyebabnya. Bisa jadi, ada masalah dalam jumlah asupan nutrisinya dan hal lainnya.

Gejala paling mudah dikenali, tinggi badan anak kurang dari 85 cm pada usia 2 tahun. Gejala ini bila tidak ditangani maka akan berakibat fatal. Anak akan mengalami kekerdilan permanen dan kehilangan kemampuan pertumbuhan mereka sampai dewasa.

TENTANG KAMI

GenBest merupakan sebuah inisiasi untuk menciptakan generasi Indonesia yang bersih dan sehat, serta bebas dari stunting (klik di sini untuk mengetahui apa itu stunting), dengan mendorong masyarakat dari segala usia menerapkan pola hidup bersih dan sehat sehari-hari. Lewat situs dan media sosial genbest.id, kami menyediakan informasi yang kredibel, menciptakan komunitas yang suportif, dan memberikan pengetahuan kesehatan yang mendalam seputar pola hidup bersih dan sehat, serta stunting, bagi Anda sekeluarga, termasuk si kecil yang masih dalam kandungan dan berusia balita.

How to coax children
To Top