1 Dec

Siklus menstruasi erat kaitannya dengan  kesuburan wanita. Selama siklus ini, tubuh wanita menumbuhkan lapisan rahim baru (endometrium) untuk mempersiapkan rahim guna menyuburkan kehamilan. 

 

Karena itulah gangguan menstruasi yang membuat siklus menstruasi tidak normal seringkali menjadi sumber kekhawatiran karena ketidaknyamanan dan dianggap bisa menjadi penyebab ketidaksuburan.

 

Apakah wanita bisa tetap hamil bila mengalami gangguan menstruasi? Jawabnya: ya, namun kesempatannya dapat menurun secara signifikan. Karena itulah, Genbest yang mengalami gangguan menstruasi dan ingin segera hamil bisa mengonsultasikan kondisi ini pada dokter. 

 

Siklus menstruasi yang normal sendiri terjadi setiap 21-35 hari dengan durasi 4-7 hari. Dalam siklus normal, rata-rata perempuan akan kehilangan sekitar 30-40 ml darah. Di luar itu, bisa masuk kategori gangguan menstruasi, seperti di bawah ini:

 

1. Dismenore

Gangguan menstruasi pertama adalah dismenore atau kram perut saat menstruasi. Gangguan ini biasanya disertai gejala diare, mual, muntah, sakit kepala, tubuh lemah, kembung, hingga tidak bertenaga. 

 

Umumnya, gangguan ini muncul di hari pertama dan kedua menstruasi. Dismenore bisa terjadi karena kadar hormon prostaglandin yang tinggi saat haid. Nyeri haid jenis ini biasanya akan mulai berkurang seiring bertambahnya usia atau setelah melahirkan.

 

Baca Juga: Siklus Haid Tidak Teratur Pengaruhi Kesuburan Ibu?

 

2. Amenorea

Gangguan menstruasi berikutnya adalah amenorea atau tidak mengalami menstruasi. Amenorea terbagi menjadi dua: amenorea primer dan sekunder. 

 

Amenorea primer adalah kondisi perempuan yang belum mengalami haid hingga 16 tahun. Sementara itu, amenorea sekunder adalah kondisi perempuan subur yang pernah menstruasi dan sedang tidak hamil, tapi berhenti haid selama 3 bulan atau lebih.

 

Siklus menstruasi yang tidak teratur akibat amenorea berisiko menimbulkan komplikasi yang berkaitan dengan infertilitas atau masalah kesuburan karena tidak terjadinya ovulasi yang menyebabkan seorang wanita tidak subur. 

 

Baca Juga: Cara Cepat Menghitung Usia Kehamilan Sendiri Secara Manual

 

3. Menoragia

Selanjutnya adalah menoragia atau keluarnya darah haid yang berlebih atau dalam jumlah yang terlampau banyak. Saking banyaknya bisa menghambat aktivitas sehari-hari karena penderita harus mengganti pembalut setiap jam.

 

Gangguan menstruasi menoragia rentan menimbulkan komplikasi, seperti anemia akibat pendarahan menstruasi yang berat. Dalam jangka panjang, anemia yang tidak teratasi bisa terbawa hingga penderita hamil dan meningkatkan risiko stunting pada bayi yang dilahirkan. 

 

4. Oligomenorea

Gangguan menstruasi yang rentan dialami perempuan berikutnya adalah oligomenorea atau jarang menstruasi. Kondisi ini ditandai dengan siklus menstruasi yang lebih dari 35-90 hari atau mendapat haid kurang dari 8-9 kali dalam satu tahun. 

 

Agar siklus haid kembali normal, penderita gangguan ini disarankan untuk berkonsultasi pada dokter sehingga tidak sampai memengaruhi kesuburan.

 

5. Polimenorea

Polimenorea adalah siklus menstruasi yang terlalu pendek; kurang dari 21 hari.Masalah menstruasi ini bisa memengaruhi kesuburan karena penderita polimenorea  kesulitan mengetahui masa subur untuk merencanakan kehamilan.

 

Sumber: www.alodokter.com

 

Baca Juga: Perlukah Konsumsi Tablet Tambah Darah Saat Menstruasi?

TENTANG KAMI

GenBest merupakan sebuah inisiasi untuk menciptakan generasi Indonesia yang bersih dan sehat, serta bebas dari stunting (klik di sini untuk mengetahui apa itu stunting), dengan mendorong masyarakat dari segala usia menerapkan pola hidup bersih dan sehat sehari-hari. Lewat situs dan media sosial genbest.id, kami menyediakan informasi yang kredibel, menciptakan komunitas yang suportif, dan memberikan pengetahuan kesehatan yang mendalam seputar pola hidup bersih dan sehat, serta stunting, bagi Anda sekeluarga, termasuk si kecil yang masih dalam kandungan dan berusia balita.

How to coax children
To Top